Cangkingan.Fenomena alam La Nina sudah dimulai seiring dengan musim penghujan pada bulan Oktober sampai April 2021 akan memicu curah hujan 20--40 % lebih tinggi daripada biasanya.
Menurut kepala badan meteorologi, klimatologi, Geofisika (BMKG) prof. Dwikorita Karnawati,Ph.D, khusus pada bulan Desember kondisi itu akan diperparah dengan munculnya fenomena madden julian oscillation (MJO) dari samudera Hindia. Fenomena MJO sedang berlangsung digaris tropis Indonesia pada 18-24 Oktober 2020 , tapi karena La Nina belum pada puncaknya begitu juga musim penghujan baru dimulai sehingga tidak terlihat ekstrem dampaknya, tapi MJO diperkirakan akan kembali pada bulan Desember bertepatan dengan puncak La Nina.
Untuk para petani dihimbau agar waspada akan adanya fenomena alam baik itu La Nina maupun Madden julian oscillation (MJO). Supaya tidak terjadinya gagal panen. (Red)